Posted by: bundaayah26 on: May 16, 2009
Membicarakan hal yang satu ini mungkin tidak akan habis-habisnya. Ya, dengan keadaan yang ada sekarang ini, ditandai dengan demo di sejumlah tempat yang pada dasarnya menuntut pendidikan murah. Tapi saya tidak ingin menulis tentang demo tersebut. Saya hanya ingin menceritakan beberapa keluhan handai taulan (bahkan sampai berdebat kusir hehehe) tentang pendidikan ini.
Salah satu teman saya, agak berang, bilang “Masak sudah sudah ada BOS, kita masih harus bayar Rp. 15.000 per bulan? Di SD lainnya kok enggak bayar lagi.”. Kebetulan memang anaknya berada di SD Negeri 2, dimana ada 3 SDN dalam satu lingkungan sekolah.
Saya coba jadi counter-nya, “Mungkin di SDnya banyak ekstra kurikuler. Sudah cek atau belum? Ada komputer atau enggak?”.
Dia langsung menyanggah, “Ah enggak ada kayak gituan. sama aja!”
Akhirnya lama berdebat, bahkan ditambah satu orang lagi. Cuma jadi kemana-mana buntutnya. Menuduh KepSek korupsi, Guru korupsi, Masya Allah. Setelah lama berdebat, disimpulkan bahwa sebagian dana anggaran orang tua tadi digunakan untuk perbaikan WC, prasarana gedung, tiang bendera, biaya mencat pagar dan lain-lain.
Akhirnya, saya merasa menyadari ada ketidak-adilan disini. Kalau sudah tidak adil, pasti melanggar Pancasila, “Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia”. Kita bisa bandingkan SD Negeri di tengah kota dengan SD Negeri di kampung. Terasa sekali ketimpangan sosial antara kedua SD tersebut. Berita hari ini, ada satu SDN yang roboh.
Menurut ‘mata-adil’ saya, seharusnyalah setiap Sekolah Negeri di negeri ini mempunyai prasarana yang sama, baik dipedalaman Papua sana, atau yang berada di pusat kota Jakarta. Tidak boleh dibedakan. Karena ini Sekolah Negeri (atau Sekolah miliknya negara), maka tidak boleh juga menerima sumbangan dari pihak lain. Mutlak harus dibiayai negara.
Perbedaan Uang Pangkal juga menjadi pertanyaan. Kok, sama sama sekolah negeri uang pangkal berbeda? Tiap sekolah pasti punya jawaban (atau alasan) mengapa mereka menarik uang pangkal sedemikian besar. Uang sejenis inipun harus ditiadakan untuk sekolah Negeri. Alasannya sama dengan di atas, tidak boleh ada perbedaan antar sekolah negeri.
Tentu lain halnya dengan sekolah swasta, yang sah-sah saja menerima sumbangan dari pihak manapun.
Saya tidak tahu keadaan makro dari Anggaran Belanja Negara untuk pendidikan yang konon terlalu kecil. Saya juga tidak mengetahui kondisi dana subsidi Minyak (yang jadi BOS).
“Kaca mata” saya mungkin perlu diperbaiki, untuk menentukan apakah cukup adil kondisi di atas. Apakah benar pendapat saya, bahwa setiap Sekolah Negeri harus memiliki prasarana yang sama? Saya sendiri masih belum yakin. ![]()
Apalagi setelah baca blognya Harry Sekolah Swadaya – diskusi dengan penyelenggara sekolah gratis. Kok saya jadi merasa bahwa Negara tidak mampu memberikan pendidikan kepada warganya, seperti yang tercantum dalam UUD 45.
Posted by: bundaayah26 on: May 15, 2009
Mungkin setiap kita akan melihat kata cantik selalu disematkan pada makhluk yang bernama wanita, meskipun sebenarnya kita juga bisa mengatakan aurora yang cantik walaupun aurora itu bukan wanita. Tetapi di matematika pun sebenarnya kita juga bisa menyematkan kata cantik sebagai tambahan pada kalimat soal matematika. Soal matematika yang cantik, apa maksudnya ya !
Kalau menurut saya sebuah soal itu dikatakan cantik kalau :
1. Soal tersebut biasanya menggunakan angka ” yang bagus ” sehingga untuk menyelesaikannya kita tidak perlu menggunakan alat bantu hitung apapun. ( Soal yang akan keluar di Ujian Nasional pun akan seperti ini, makanya dalam tata tertib pada halaman pertama di soal Ujian Nasional ada larangan untuk menggunakan alat bantu hitung )
2. Soal bisa diselesaikan dengan banyak jalan.( artinya kita tidak terpaku dengan dengan satu cara, kita bisa menyelesaikan soal tersebut tergantung dengan cara apa yang dipahami oleh kita )
3. Soal akan membutuhkan waktu yang lama jika dikerjakan dengan cara yang seharusnya, tetapi jika pemahaman kita terhadap materi sangat kuat maka soal bisa diselesaikan dengan sebuah “trik”.
4. Anda mau menambahkan ngga, …
Ok, berikut ini adalah contoh soal matematika yang cantik.
1. Diketahui fungsi f(x) = ³log ( 2x + 1 ). Jika f⁻¹(a) = 4 maka nilai a = ….
Soal matematika ini kalau diselesaikan berdasarkan urutan pekerjaan maka anda harus mencari invers dari fungsi f(x), kemudian kalau sudah ketemu fungsi invers f(x) nya maka langkah selanjutnya anda harus melakukan substitusi nilai a pada fungsi invers.
Dari sini akan ada sebuah persamaan eksponen sederhana, baru setelah menyelesaikan persamaan tersebut anda bisa mendapatkan jawabannya.
Nah beda kalau anda kemudian memahami materi fungsi dengan baik. Kita tahu bahwa jika p merupakan anggota dari daerah asal fungsi f(x) maka q misalnya adalah anggota daerah hasil dari fungsi f(x), maka kita dapat tuliskan f(p) = q.
Sebaliknya untuk fungsi inversnya maka kita akan dapati jika q merupakan anggota dari daerah asal fungsi f⁻¹(x) maka p adalah anggota daerah hasil dari fungsi f(x), maka kita dapat tuliskan f⁻¹(q) = p.Dari soal diketahui f⁻¹(a)=4, ini berarti f(4)=a.
Dari soal kita dapat f(x) = ³log ( 2x + 1 ), karena f(4)=a maka kalau kita substitusi didapat
f(4) = ³log ( 2.4 + 1 )= ³log 9 = 2 = a ( Ehm, gimana menurut anda cantik ngga ni soal )
2. Diketahui kurva xy = 3 dan garis x = 4 – y. Volume benda putar yang terjadi jika daerah yang dibatasi kedua kurva tersebut jika diputar sejauh 360 mengelilingi :
a. sumbu x
b. sumbu y
Nah untuk no 2 ini saya serahkan ada untuk menyelesaikannya, biar anda bisa merasakan dimana cantiknya soal matematika tersebut.
Posted by: bundaayah26 on: May 15, 2009
Fisika (Bahasa Yunani: φυσικός (physikos), “alamiah”, dan φύσις (physis), “Alam”) adalah sains atau ilmu tentang alam dalam makna yang terluas. Fisika mempelajari gejala alam yang tidak hidup atau materi dalam lingkup ruang dan waktu. Para fisikawan atau ahli fisika mempelajari perilaku dan sifat materi dalam bidang yang sangat beragam, mulai dari partikel submikroskopis yang membentuk segala materi (fisika partikel) hingga perilaku materi alam semesta sebagai satu kesatuan kosmos.
Beberapa sifat yang dipelajari dalam fisika merupakan sifat yang ada dalam semua sistem materi yang ada, seperti hukum kekekalan energi. Sifat semacam ini sering disebut sebagai hukum fisika. Fisika sering disebut sebagai “ilmu paling mendasar”, karena setiap ilmu alam lainnya (biologi, kimia, geologi, dan lain-lain) mempelajari jenis sistem materi tertentu yang mematuhi hukum fisika. Misalnya, kimia adalah ilmu tentang molekul dan zat kimia yang dibentuknya. Sifat suatu zat kimia ditentukan oleh sifat molekul yang membentuknya, yang dapat dijelaskan oleh ilmu fisika seperti mekanika kuantum, termodinamika, dan elektromagnetika.
Fisika juga berkaitan erat dengan matematika. Teori fisika banyak dinyatakan dalam notasi matematis, dan matematika yang digunakan biasanya lebih rumit daripada matematika yang digunakan dalam bidang sains lainnya. Perbedaan antara fisika dan matematika adalah: fisika berkaitan dengan pemerian dunia material, sedangkan matematika berkaitan dengan pola-pola abstrak yang tak selalu berhubungan dengan dunia material. Namun, perbedaan ini tidak selalu tampak jelas. Ada wilayah luas penelitan yang beririsan antara fisika dan matematika, yakni fisika matematis, yang mengembangkan struktur matematis bagi teori-teori fisika.
Posted by: bundaayah26 on: May 15, 2009
Homeschooling[1][2] or homeschool (also called home education or home learning) is the education of children at home, typically by parents but sometimes by tutors, rather than in a formal setting of public or private school. Although prior to the introduction of compulsory school attendance laws, most childhood education occurred within the family or community,[3] homeschooling in the modern sense is an alternative in developed countries to formal education.
In many places homeschooling is a legal option for parents who wish to provide their children with a different learning environment than exists in nearby schools. While academic and religious reasons dominate the motivations for homeschooling, parents cite numerous other reasons ranging from a dissatisfaction with the schools in their area to the desire for better academic test results. It is also an alternative for families living in isolated rural locations and those who choose, for practical or personal reasons, not to have their children attend school.
Homeschooling may also refer to instruction in the home under the supervision of correspondence schools or umbrella schools. In some places, an approved curriculum is legally required if children are to be home-schooled.[4] A curriculum-free philosophy of homeschooling may be called unschooling, a term coined in 1977 by American educator John Holt in his magazine Growing Without Schooling.
Posted by: bundaayah26 on: May 15, 2009
Mengharapkan ku bisa dekat
Kepada dirimu walau nekat
Diikuti bau badan ini yang pekat
Semoga cinta ini bisa melekat
Karena diriku sudah terpikat
Dan hatiku sudah diikat
Oleh sosokmu yang memikat
Jika kau biarkan ku membelai rambut halusmu
Biarlah ketombe kita bersatu
Kalau kau relakan ku menyentuh tanganmu
Ijinkanlah kotoran kuku kita menyatu
Bila kau ijinkan aku memelukmu
Bersedialah daki kita menjadi satu
Ku tak ingin menyakiti atau mengotorimu
Ku hanya ingin engkau mengerti jati diriku
Dan ku ingin duniamu menerima sosokku
Agar ku bisa memilikimu
Jika suatu dongeng bisa menjadi nyata
Maka aku akan berharap padaNya
Agar si kodok yang buruk rupa
Dapat menjadi Pangeran Berkuda
Yang dapat menjemput kekasihnya
Pergi menemui Surga Dunia…..
Posted by: bundaayah26 on: May 15, 2009
Wahai belahan jiwaku…
Debetlah cintaku di neraca hatimu
Kan ku jurnal setiap transaksi rindumu
Hingga setebal Laporan Keuanganku
Wahai kekasih hatiku…
Jadikan aku manager investasi cintamu
Kan ku hedging kasih dan sayangmu
Di setiap lembaran portofolio hatiku
Bila masa jatuh tempo tlah tiba
Jangan kau retur kenangan indah kita
Biarlah ia bersemayam di Reksadana asmara
Berkelana di antara Aktiva dan Passiva
Wahai mutiara kalbu ku
Hanya kau lah Master Budget hatiku
Inventory cintaku yang syahdu
General Ledger ku yang tak lekang ditelan waktu
Wahai bidadariku.
Rekonsiliasikanlah hatiku dan hatimu
Seimbangkanlah neraca saldo kita
Yang membalut laporan laba rugi kita
Dan cerahkanlah laporan arus kas kita selamanya.
Posted by: bundaayah26 on: May 15, 2009
Wahai kawan2 ku…
Posted by: bundaayah26 on: May 15, 2009
Posted by: bundaayah26 on: May 15, 2009